Indonesia akan Akhiri Siaran TV Analog, Era TV Digital Bangkit

- Selasa, 21 Juni 2022 | 20:23 WIB
Staf Khusus Kemkominfo, Rosarita Niken Widiastuti, Indonesi menyambut era TV digital, dan TV analog akan diakhiri. (Istimewa)
Staf Khusus Kemkominfo, Rosarita Niken Widiastuti, Indonesi menyambut era TV digital, dan TV analog akan diakhiri. (Istimewa)

BIBIRPASIFIK.COM - Pada 2 November 2022 Indonesia akan mengakhiri siaran TV analog, menurut Staf Khusus Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti, Indonesia sedang menuju pada sebuah era baru penyiaran, dimana masyarakat akan beraloh menggunakan TV digital.

“Jadi ini adalah era baru dalam dunia penyiaran setiap saat perkembangan teknologi akan terus berlangsung seperti pada waktu-waktu beberapa puluh tahun yang lalu kita menonton televisi hitam putih kemudian dengan perkembangan teknologi kita bisa menyaksikan atau nonton TV berwarna,” jelasnya melalui Bimbingan teknis (BIMTEK) Penggunaan Penerapan Perangkat TV Digital dan Set Top Box (STB) dalam Pelaksanaan ASO (Analog Switch Off) yang berlangsung secara daring. Kamis, 16 Juni 2022.

Kata Niken, dulu dalam peralihan TV Hitam Putih ke TV berwarna harus mengganti Televisi maka pada peralihan atau migrasi dari siaran TV analog dan TV digital tidak perlu mengganti perangkat TVnya.

Baca Juga: Para Atlet Silat Sangihe Gelar Pelatihan Bersama di Manganitu

“hanya menambahkan alat namanya Set Top Box ke dalam TV yang ada sekarang, bisa tv tabung ataupun TV datar,” kata dia.

Kata dia kenapa ini harus berlangsung, sebab banyak sekali urgensi atau pentingnya beralih dari siaran TV analog ke TV digital, “ jadi yang pertama tentu untuk masyarakat akan mendapatkan siaran yang lebih bersih gambarnya jernih warnanya canggih teknologinya, banyak programnya,” tambah Niken.

Dia juga menjelaskan untuk TV analog yang biasa digunakan sekarang ini menyediakan chanel yang terbatas. Laporan dari berbagai daerah, kata dia, biasanya mereka hanya bisa menyaksikan enam channel TV, “tetapi kemudian setelah beralih ke TV digital mereka bisa nonton lebih dari 20 channel TV,” jelasnya lagi.

Baca Juga: Resmi! Real Madrid Perkenalkan Antonio Rudiger

Selanjutnya jelas Niken, untuk efisiensi frekuensi kalau siaran TV analog ini satu stasiun TV membutuhkan satu Frekuensi padahal titik-titik Indonesia itu jumlahnya kurang lebih 700, berarti butuh tuh 700 frekuensi. Sementara kalau TV digital satu Frekuensi hanya atau bisa digunakan untuk 6 sampai 12 biji.

Halaman:

Editor: Lekra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Krisis Harga BBM Indonesia Menjadi Polemik Publik

Selasa, 6 September 2022 | 13:17 WIB

BLACKPINK Cetak Sejarah Baru Dengan Album "BORN PINK"

Kamis, 25 Agustus 2022 | 11:14 WIB
X